Akses cepat:

Langsung ke konten (Alt 1)Langsung ke menu sekunder (Alt 3)Langsung ke menu utama (Alt 2)

Movements and Moments
Tetes Hujan Di Tengah Kekeringan: Godavari Dange

Godavari Dange yang putus sekolah pada usia 13 tahun, menikah pada usia 15 tahun, dan menjanda pada usia 19 tahun, tumbuh dengan latar belakang utang menumpuk, panen gagal, dan bencana berulang di pusat krisis pertanian India, Marathwada. Terdorong oleh tragedi-tragedi personal dan pengucilan yang sehari-hari dialami oleh kaum perempuan Bahujan lain di kawasan itu, Godavari menghabiskan lebih dari dua dasawarsa di lingkungan organisasi feminis yang mengupayakan solusi iklim berkelanjutan yang bersifat Indigenous, seperti “model satu hektar” yang inovatif. Sejak itu, dengan dukungan LSM Swayam Shiksan Prayog, ia telah membantu lebih dari 50.000 perempuan di Marathwada dan berbicara di berbagai platform publik. Meskipun demikian, kerjanya kurang mendapat perhatian dari media arus utama India maupun secara global.

Karya Reetika Revathy Subramanian dan Maitri Dore

 


Karya dari seniman

  • Reetika Revathy Subramanian dan Maitri Dore © Reetika Revathy Subramanian dan Maitri Dore
  • Reetika Revathy Subramanian dan Maitri Dore © Reetika Revathy Subramanian dan Maitri Dore
  • Reetika Revathy Subramanian dan Maitri Dore © Reetika Revathy Subramanian dan Maitri Dore
  • Reetika Revathy Subramanian dan Maitri Dore © Reetika Revathy Subramanian dan Maitri Dore
Reetika Revathy Subramanian© Reetika Revathy Subramanian

Reetika Revathy Subramanian

jurnalis dan peneliti dari Mumbai, India. Ia sedang berupaya meraih gelar PhD dalam Kajian Gender sebagai Gates Cambridge Scholar di University of Cambridge, UK. Melalui kerjanya yang bertumpu pada kebijakan feminis interseksional, ia hendak merekonsiliasi penceritaan kolaboratif dan realitas terpinggirkan yang mendesak.

Maitri Dore © Maitri Dore

Maitri Dore

arsitek dan ilustrator lepas dari Mumbai, India. Melalui ilustrasinya, ia mencoba menyoroti perjuangan komunitas-komunitas tertindas di India dengan berfokus pada gender, kasta, dan agama. Ia sedang berupaya meraih gelar PhD dalam pelestarian warisan kultural dari Universitas Gothenburg, Swedia.

Top