Musik - Konser Alur Bunyi | Linnéa

Alur Bunyi © Goethe-Institut Indonesien

15.08.2017
20.00 WIB

GoetheHaus

Pusat Kebudayaan Jerman Jakarta
Jl. Sam Ratulangi 9-15
Jakarta

Linnéa (Trade / No Shade / Berlin) & Sady bersama Jevin Julian

Masih dalam rangkaian pertunjukan musik Anders Hören, atau mendengar dengan cara berbeda, Goethe-Institut Indonesien kembali menghadirkan acara serial musik bertajuk Alur Bunyi. Acara ini akan diadakan satu kali di setiap bulannya, yang akan dimulai di bulan Agustus yang akan datang bertempat di GoetheHaus, Jakarta. Dengan benang merah, musik elektro yang akan dipadukan dengan berbagai macam jenis musik lainnya, juga dengan penampilan dari musisi-musisi terbaik di negeri ini seperti Gerald Situmorang, Jevin Julian, Patrick Hartono, Adra Karim, dan masih banyak lagi yang akan berkolaborasi dengan musisi-musisi dari Jerman seperti Marcus Schmickler, Linnéa (Trade / No Shade / Berlin) dan yang lainnya, akan membuat serial musik Alur Bunyi ini akan menjadi suatu pertunjukan musik yang “anti-mainstream”. Dengan senang hati kami mengundang semua pecinta musik tanah air untuk bisa datang dan menyaksikan acara ini.
 

Linnéa (Trade / No Shade / Berlin) 

Melalui set musiknya yang memompa semangat, Linnéa menampilkan paduan berbagai gaya dan aliran yang menantang dominasi step/touch Euro. Aktif tampil sebagai DJ di Berlin sejak 2014, Linnéa Palmestål telah menjadi DJ andalan untuk Trade, gelaran terkenal di klub OHM. Pada awal 2017, Linnéa menggagas No Shade—inisiatif yang terinspirasi dari komunitas online Sister, sebuah platform bagi pelaku musik yang mengekspresikan gendernya sebagai perempuan maupun yang memilih identitas gender nonbiner. No Shade berkolaborasi dengan ACUD MACHT NEU dan didanai oleh Musicboard Berlin. Dengan Linnéa sebagai instruktur utama, No Shade adalah acara dua bulanan sekaligus program bimbingan dan pelatihan bagi DJ pemula kalangan pelaku musik perempuan dan nonbiner.
 

Sady       

Sadam Dwi Satria alias Sady. Beliau tertarik dengan seni manipulasi suara ini sejak tahun 2006. Ketika pindah ke Jakarta pada tahun 2008, ia mulai mengeksplorasi Beatbox dan bergabung dengan Indobeatbox, Komunitas Beatbox Pertama dan Terbesar di Indonesia. Dari 2010 hingga 2012 ia memenangkan hampir seluruh “Beatbox Battle” (Kompetisi Beatbox) yang diselenggarakan di Jakarta. Ia juga mewakili Jakarta di Java Beatbox Festival 2013, konvensi dan kompetisi terbesar di Indonesia dan menjadi juara pertama.
 
Dia menciptakan pengalaman lain tentang apa yang disebut dengan "Human Voice" yang bisa dilakukan dengan mulut. Gaya beatboxing-nya sangat menarik dan mudah disesuaikan dengan beragam genre musik yang membuat ia  populer dan banyak yang ingin berkolaborasi dengannya baik di acara nasional dan internasional.
 

Jevin Julian

Selagi maraknya beatboxer tersebar di Indonesia, salah satu yang menonjol adalah seorang mantan Drummer Jazz, Jevin Julian. Dengan style permainan jazz yang apik, membuat Jevin menjadi outstanding menirukan suara-suara drum beat dengan mulutnya. Jevin adalah salah satu beatboxer terbaik Indonesia. Pengetahuannya di bidang musik membuatnya dapat memproduksi musik dengan baik. Jevin telah menghasilkan musik untuk remix, re-arangements, scoring musik untuk visual produksi, jingle iklan, dan lainnya. Jevin menggabungkan suaranya dengan alat-alat elektronik lainnya. Jevin sudah tampil di Java Jazz Festival, Soulnation Festivals, Djakarta Warehouse Project, Bloc Party Esplanade Singapore, 4th Floor Party Esplanade Singapore, Urban Crossover dan banyak lainnya. Untuk Alur Bunyi, Jevin akan berkolaborasi dengan DJ Jerman Linnéa (Trade/No Shade/Berlin) dan akan menyuguhkan pertunjukan yang menarik.
 

Kembali