Akses cepat:

Langsung ke konten (Alt 1) Langsung ke menu utama (Alt 2)

Testimoni Alumnus, Pendidik, Seniman - Goethe-Institut Indonesien


Bagiku, Goethe-Institut …

Fajar Supono

PASCH-Alumni 2013-2019, SMP & SMA Madania
Fajar Supono

Bagi saya, Goethe-Institut adalah tempat bertukar ilmu, cerita, dan pengalaman. Di sini saya mendapatkan bekal pengetahuan dari guru-guru yang inspiratif dan didampingi oleh kawan-kawan yang suportif. Goethe-Institut adalah saksi perjalanan berbahasa Jerman saya.

Florence Limahelu

Guru bahasa Jerman sejak 2000, SMA YPPK Agustinus Sorong
Florence Limahelu

Bagi saya Goethe-Institut adalah salah satu hal terbaik dalam hidup saya. Tidak terhitung berapa banyak ilmu dan bimbingan yang telah saya peroleh, bahkan materi yang telah diberikan untuk mendukung saya agar lebih memperdalam ilmu, baik bahasa maupun metodik didaktik. Tanpa Goethe-Institut mungkin saya tidak bisa berjalan sejauh ini dalam meniti karier saya sebagai seorang pengajar bahasa Jerman. Terima kasih yang tak terhingga untuk Goethe-Institut yang sangat berjasa untuk saya pribadi, para siswa, bahkan sekolah saya. Tetap jaya Goethe-Institut dan majulah pembelajaran Bahasa Jerman di Indonesia.

Yulius Tandyanto

Peserta kursus 2017-2019, calon doktor pada Nietzsche-Forschungszentrum Albert-Ludwigs-Universität Freiburg
Yulius Tandyanto

Untuk saya, Goethe-Institut adalah sebuah oase penting yang sangat berguna bagi rekan-rekan seperjalanan sehingga masing-masing bisa menyiapkan diri secara baik di bidang ini untuk menghadapi petualangan berikutnya. Goethe-Institut menjadi tempat berkenalan bagi banyak petualang dengan mimpi besar masing-masing, yang mungkin takkan terwujud seandainya tidak ada oase terawat seperti Goethe-Institut – dan juga bagi mereka yang siap sedia untuk selalu merawat “oase” tersebut. Secara keseluruhan, kehadiran Goethe-Institut sangat penting bagi masyarakat Indonesia, semoga Goethe-Institut senantiasa menjadi oase yang berguna untuk setiap pengelana yang kehausan.

Laksmi Pamuntjak

Novelis, Penyair, Penulis Esai
Laksmi Pamuntjak

Bagi saya, Goethe-Institut di Indonesia lebih dari pusat kebudayaan yang menyediakan informasi mengenai budaya, bahasa, masyarakat, dan politik Jerman kepada orang Indonesia. Goethe-Institut juga berminat aktif dalam kehidupan dan karier para pekerja budaya Indonesia—di bidang film dan seni visual, sastra dan seni pertunjukan—dan berinteraksi dengan mereka pada level perorangan. Goethe-Institut itu sahabat dan mitra, bukan sekadar saluran untuk pertukaran budaya.

Riri Riza

Sutradara, Pembuat Film
Riri Riza

Bagi saya Goethe-Institut adalah jendela pengetahuan untuk melihat sinema dunia. Melalui berbagai programnya sejak di Matraman hingga di Sam Ratulangi, Goethe-Institut telah menjadi arena pertukaran budaya, khususnya budaya sinema, yang menjadi bagian dari Jakarta.

Sojan Renjaan

Guru bahasa Jerman sejak 2010, SMA Negeri Siwalima Ambon
Sojan Renjaan

Bagi saya, Goethe-Institut itu sebuah tempat untuk belajar dan berlatih untuk menjadi guru bahasa Jerman yang profesional. Goethe-Institut itu sebuah tempat yang membuat mimpi saya menjadi kenyataan dan yang membawa saya ke Eropa untuk pertama kalinya.

Supriyatno, M.A.

Kepala Pusat Perbukuan, Kemdikbudristek
Supriyatno, M.A.

Kemitraan Goethe-Institut bersama Pusat Perbukuan Kemdikbudristek telah memberikan manfaat yang luar biasa dalam memfasilitasi penggunaan Bahasa Jerman sebagai salah satu pilihan bahasa asing di satuan pendidikan SMA. Kami berharap kerja sama antara Pusat Perbukuan Kemdikbudristek dan Goethe-Institut semakin erat. Selamat merayakan ulang tahun yang ke-60.

Melati Suryodarmo

Seniman Performans
Melati Suryodarmo

Bagi saya, Goethe-Institut itu mitra yang hebat dan sangat suportif untuk mengembangkan program-program seni dan budaya. Goethe-Institut sejak dahulu menghubungkan orang-orang di seluruh dunia dengan semangat kreasi, pengetahuan dan keragaman budaya.

Daniel Hardjono

Peserta kursus 2010-2012, pengembang software Accenture Jerman di München
Daniel Hardjono

Bagi saya, Goethe-Institut menjadi titik kontak pertama yang sebenarnya dengan budaya Jerman. Di sini orang bukan hanya belajar bahasa, tetapi juga budaya, yang sangat membantu saya dalam berintegrasi. Terima kasih banyak kepada semua guru!

Grace Samboh

Peneliti dan Kurator
Grace Samboh

Bagi saya, Goethe-Institut adalah lembaga yang terbuka serta ringan tangan kepada ragam upaya penjelajahan kemungkinan bentuk kegiatan seni. Tak jarang juga Goethe-Institut mengambil peran aktif dalam penjelajahan-penjelajahan ini. Proficiat!

Ekadewi Indrawidjaja, M.Hum.

Ketua Ikatan Guru Bahasa Jerman Indonesia (IGBJI)
Ekadewi Indrawidjaja, M.Hum.

Bagi saya, Goethe-Institut itu mitra yang selalu mendampingi, membimbing, memberi konsultasi, menyampaikan informasi, menunjukkan jalan, dan bekerja sama dengan kami (para guru bahasa Jerman di Indonesia) dengan beragam cara. Terima kasih banyak, Goethe-Institut!

Nursalim Yadi Anugerah

Komponis, Pengarah Artistik di Balaan Tumaan – Pontianak
Nursalim Yadi Anugerah

Goethe-Institut memberikan ruang kesetaraan dalam gagasan dan kerja sama program kebudayaan, khususnya kerja sama yang telah kami lakukan di Kalimantan Barat dalam program Hnnoh sebagai ruang untuk memahami keterhubungan musik, masyarakat, dan lingkungan.

Adam Ardisasmita

Wakil Ketua Asosiasi Game Indonesia
Adam Ardisasmita

Bagi saya, Goethe-Institut adalah gerbang yang membuka hubungan antara industri game di Indonesia dengan industri game di Jerman.

Dr. Irene Risakotta, M.Pd.

Koordinator para multiplikator
Dr. Irene Risakotta, M.Pd.

Untuk saya, Goethe-Institut ibarat rumah bagi semua orang yang belajar dan mengajar bahasa Jerman. Di Goethe-Institut orang bukan saja bisa belajar bahasa Jerman, tetapi juga bisa memperoleh nilai-nilai positif yang tertanam di dalam proses pembelajaran, seperti disiplin, ketepatan, kerja sama, saling membantu, respek dan rasa hormat kepada orang lain.

Cut Hadriyanti Oktora

Guru bahasa Jerman sejak 2009, SMK Negeri 1 Banda Aceh
Cut Hadriyanti Oktora

Untuk saya, Goethe-Institut itu sebuah lembaga pendidikan yang membuat mimpi menjadi kenyataan. Sebuah lembaga yang menginspirasi, selamat ulang tahun! Semoga Goethe-Institut terus berkembang dan tetap menjadi yang terbaik di bidang pendidikan.

Hanna Chaterina George, S.S., M.I.Kom.

Presiden Asosiasi Pekerja Profesional Informasi Sekolah Indonesia (APISI)
Hanna Chaterina George, S.S., M.I.Kom.

Selamat hari jadi ke-60 untuk Goethe-Institut Indonesien! Bagi APISI, Goethe-Institut merupakan mitra yang sempurna untuk mempromosikan peran penting baik perpustakaan sekolah maupun sumber daya manusianya. Bersama APISI, Goethe-Institut mendukung sesuatu yang menjadi sumber keprihatinan dalam pendidikan di Indonesia yaitu dengan mempromosikan minat baca dan literasi. Ini tercermin ketika BKD dan PASCH mengundang kami untuk menjadi mitra mereka dalam menyelenggarakan lokakarya perpustakaan sekolah. Ini juga bisa dilihat pada salah satu perpustakaan yang luar biasa di Jakarta! Bekerja sama dengan Goethe-Institut merupakan pengalaman yang berharga!

Cahyo Trianggoro

Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional
Cahyo Trianggoro

Bagi Saya, Goethe-Institut adalah sebuah tempat yang didedikasikan untuk mengeksplorasi berbagai ide kreatif dalam rangka pemajuan kebudayaan.

Adra Karim

Musisi
Adra Karim

Bagi saya, Goethe-Institut Indonesien adalah salah satu tempat yang mendukung berbagai kesenian yang berkualitas. Sudah bertahun-tahun menjadi salah satu harapan untuk kesenian-kesenian non komersil atau alternatif yang jarang mendapat tempat untuk diperhatikan dan diberikan ruang berkarya, menjadi tujuan bagi para penikmat seni.

Dr. Luizah F. Saidi, M.Pd.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bahasa
Dr. Luizah F. Saidi, M.Pd.

Bagi kami, Goethe-Institut Indonesien merupakan mitra yang mendukung program-program peningkatan kompetensi guru bahasa Jerman di Indonesia lewat program-program sertifikasi yang diakui secara internasional untuk bahasa Jerman dan program-program ujian. Saya mengucapkan terima kasih kepada Goethe-Institut dan berharap bahwa kerja sama kita terus berlanjut.

Deasy Natalia Salakory

Guru bahasa Jerman sejak 2015, SMA Negeri 1 Ambon
Deasy Natalia Salakory

Bagi saya, Goethe-Institut adalah pemersatu semua pencinta bahasa dan budaya Jerman.

Dr. Edy Hidayat, S.Pd., M.Hum.

Ketua Jurusan Sastra Jerman, Universitas Negeri Malang
Dr. Edy Hidayat, S.Pd., M.Hum.

Bagi saya, Goethe-Institut itu sebuah institusi yang mendukung saya dan para kolega dalam meningkatkan kompetensi bahasa dan kompetensi mengajar kami. Selain itu, Goethe-Institut turut berperan dalam penjaminan mutu para lulusan kami, khususnya terkait keikutsertaan dalam ujian-ujian internasional. Oh ya, berkat Goethe-Institut saya memperoleh pengalaman dengan Jerman.

Fitriah Ramdhani

Alumni PASCH 2014, SMA Negeri 3 Mataram
Fitriah Ramdhani

Bagi saya, Goethe-Institut merupakan bagian hidup saya yang melengkapi dunia saya dengan potongan-potongan puzzle yang kian berwarna.

Biyanto Rebin

Wikimedia Indonesia
Biyanto Rebin

Bagi saya, Goethe-Institut adalah salah satu mitra yang bisa diandalkan untuk mendukung terciptanya ekosistem pengetahuan bebas.

Prof. Dr. Pratomo Widodo

Ketua Asosiasi Germanistik Indonesia
Prof. Dr. Pratomo Widodo

Berkat dukungan Goethe-Institut, perjalanan keilmuan dan profesional saya berhasil mencapai titik tertinggi sebagai profesor germanistik.

Syifa Arifiana

Guru bahasa Jerman sejak 2014, Madania School
Syifa Arifiana

Bagi saya, Goethe-Institut adalah pintu yang membawa saya berkelana melihat dunia, mengenal orang-orang baru, sekaligus menjadi kawah candradimuka.

Top