"Visual Unearthing"

“Visual Unearthing”, Visualisasi Mutu Udara Dengan Data Terbuka © CC-BY-SA 4.0 Mikko Agustin

Digagas oleh Goethe-Institut Indonesien, “Visual Unearthing”, proyek berskala regional, melaporkan temuan mengenai mutu udara sebelum dan selama pandemi berdasarkan data terbuka di empat kota metropolitan di Asia Tenggara.

Latar Belakang Proyek

Krisis kesehatan akibat virus korona menghadirkan momentum bersejarah bagi terciptanya masyarakat yang lebih berkelanjutan: di kawasan-kawasan metropolitan Asia Tenggara, udara menjadi jauh lebih bersih dibandingkan masa sebelum krisis. Namun, seiring dengan upaya memulihkan perekonomian, timbul risiko bahwa momentum ini tidak akan dimanfaatkan, bahkan dilupakan dengan cepat. Proyek regional “Visible Unearthing” berupaya mencegah hal ini.

Berbekal data yang dapat diakses secara bebas, kami menganalisis situasi ekosistem perkotaan di Hanoi, Jakarta, Manila, dan Bangkok di beberapa titik pengumpulan data yang berbeda. Kami ingin memvisualkan dan mengarsipkan data yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kami menghadapi tantangan yang berbeda-beda, bergantung pada titik pengumpulan data. Di Filipina, data cenderung tidak lengkap; di Thailand, kami tidak menemukan mitra yang sesuai; dan, di Hanoi, pengumpulan data sempat tertunda. Namun, kami tetap optimis melihat bahwa di Jakarta, misalnya, data mutu air dapat diandalkan dan terdokumentasi dengan baik. Studi kami juga mencatat berbagai hal baik sehubungan dengan pembandingan data; namun kualitas dan akses pengumpulan data akan dapat ditingkatkan jika tantangan-tantangan tadi dapat diatasi. Kami juga berharap bahwa kebijakan yang lebih efektif di ranah politik akan tercapai.

Digagas oleh Goethe-Institut Indonesien, “Visual Unearthing”, proyek berskala regional, melaporkan temuan mengenai mutu udara sebelum dan selama pandemi berdasarkan data terbuka di empat kota metropolitan di Asia Tenggara.

Pencemaran udara masih merupakan masalah besar bagi kota-kota metropolitan di seluruh dunia dan berdampak terhadap kualitas kehidupan masyarakat. Data WHO menunjukkan bahwa kondisi terpapar terhadap polusi udara ambien menyebabkan sekitar 4,2 juta kematian setiap tahunnya.

Kualitas udara yang rendah saat ini berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Tantangan ini terus dijumpai di berbagai kawasan, termasuk Asia Tenggara, tanpa perbaikan yang berarti. Perubahan justru terlihat pada masa pandemi COVID-19 yang melumpuhkan perekonomian di kawasan dan sistem kesehatan.

Langit yang lebih bersih dan jarak pandang yang lebih baik adalah contoh bukti nyata yang secara langsung dirasakan masyarakat, dari lokasinya masing-masing, selama periode pembatasan sosial. Mutu udara selama pembatasan itu diberlakukan juga dapat dilihat dari data terbuka (open data) lingkungan hidup.


Data riset untuk diunduh:

Visual Unearthing adalah sebuah proyek, diinisiasi oleh Goethe-Institut Indonesien serta dilengkapi dengan dukungan konseptual Nana Karlstetter, berdasarkan data penelitian dari kelompok kerja Step Up Consulting dikepalai oleh Michael Canares.

Top