„Goethe Kebun“
Goethe Kebun terletak di area taman di belakang gedung utama Goethe-Institut Bandung. Kami menggunakan area ini untuk menanam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan serta rempah-rempah dan bunga-bunga yang dapat dikonsumsi sendiri dan juga dibagikan kepada para pengunjung perpustakaan. Selain itu, kami berharap acara-acara yang berasal dari Goethe Kebun ini dapat membantu para peserta untuk mendapatkan pengetahuan dari informasi yang telah mereka dapatkan dan juga untuk menyebarkan pengetahuan baru tersebut. Tujuan utama dari acara-acara yang kami selenggarakan sebagai bagian dari seri Goethe Kebun adalah agar setiap peserta menyadari bahwa hal terkecil yang dapat kita lakukan sendiri akan membantu membuat Bumi menjadi tempat yang lebih baik dan berkelanjutan.
Perpustakaan Benih
Ide untuk menyediakan benih di perpustakaan dikembangkan dari proyek "Sedekah Benih", sebuah kolaborasi dengan seniman Vincent Rumahloine dan aktivis lingkungan Mang Dian pada musim gugur 2021. Istilah "Sedekah" berasal dari kata Arab sadakah, sebuah tindakan pemberian sukarela dalam Islam. "Benih" berarti benih. Melalui media sosial dan panggilan terbuka, proyek ini mendistribusikan 100 bibit cabai kepada orang-orang yang berminat di Bandung. Untuk lebih memperkuat minat dalam berkebun dan keberlanjutan, dan juga untuk berpartisipasi dalam melestarikan pengetahuan lokal seputar tanaman dan pertanian, kami memprakarsai perpustakaan benih.
Perpustakaan benih kami hanya mencakup beberapa jenis bibit tanaman, seperti cabai, bayam, kangkung, tomat, dan selada. Untuk perpustakaan benih, kami bekerja sama dengan dua mitra lokal dari jaringan kami: "Kebun Belakang", sebuah kebun komunitas dan inisiatif permakultur, dan "Seni Tani", sebuah koperasi pangan yang mencontoh model "Pertanian yang Didukung Masyarakat".Mitra kami menyediakan bibit dan memberikan saran mengenai pemilihan tanaman.