Akses cepat:

Langsung ke konten (Alt 1)Langsung ke menu sekunder (Alt 3)Langsung ke menu utama (Alt 2)

Movements and Moments
Geraldine

Geraldine Gutiérrez Piedrahita perempuan trans berusia 27 tahun dari komunitas Indigenous Emberá Chami Dojura di Chigorodó, Antioquia, Kolombia. Ia menggambarkan dirinya sendiri sebagai perempuan kuat yang berjuang untuk hak-hak komunitas Indigenous LGBT di Kolombia. Ia juga merupakan inspirasi besar bagi para aktivis zaman sekarang dan di masa depan. Selain mengangkat kisah Geraldine, narasi penulis berupaya menyampaikan keberagaman makna mengenai bagaimana kita sebagai sebuah masyarakat di masa lalu, masa kini, dan masa mendatang. Untuk mewujudkan proyek ini, para penulis menggunakan metodologi “jurnalisme kolaboratif interkultural” yang berupaya menyatukan pelaku-pelaku masyarakat sipil, termasuk anggota masyarakat Indigenous, untuk menjalin kisah-kisah pluralistis.

Karya Catalina Vásquez Salazar dan Alejandra Pérez Torre


Karya dari seniman

  • Catalina Vásquez Salazar dan Alejandra Pérez Torres © Catalina Vásquez Salazar dan Alejandra Pérez Torres
  • Catalina Vásquez Salazar dan Alejandra Pérez Torres 2 © Catalina Vásquez Salazar dan Alejandra Pérez Torres
  • Catalina Vásquez Salazar dan Alejandra Pérez Torres 3 © Catalina Vásquez Salazar dan Alejandra Pérez Torres
Catalina Vásquez Salazar © Catalina Vásquez Salazar

Catalina Vásquez Salazar

seniman visual dan pembuat film. Ia tertarik pada puisi kehidupan sehari-hari, kisah otobiografi, dan penggunaan warna sebagai pengalaman estetis dan alat pembentuk narasi.

Ia bekerja di bidang penerbitan dan terlibat dalam pengilustrasian buku, penulisan artikel untuk majalah, periklanan, apps, proyek edukatif, museografi, tekstil, film, dan mode. Klien-kliennya mencakup Snapchat, Airbnb, Procter & Gamble, Avianca, Domestika dan lain-lain.

Alejandra Pérez Torres © Alejandra Pérez Torres

Alejandra Pérez Torres

humanis digital dan peneliti yang tertarik pada feminisme di kawasan Selatan Global. Mengusung aktivisme digital: “Saya mengakui pentingnya internet untuk mempengaruhi status quo.

Melalui media digital, saya berusaha membangun jembatan antara media sosial dan ilmu-ilmu sosial. Mengikuti renjana besar ini, saya ikut mendirikan kolektif feminis Hiedras dan proyek Concentrico.” paparnya.

Top