Digital Discourses
Donny B.U. (Indonesia)

Gagasan Pendekatan Multi-stakeholder untuk Pengelolaan Kebebasan Berekspresi di Internet

Komunikasi bermediasi komputer (computer-mediated communication) membuat informasi melesat cepat melintasi ragam batasan, menggeser kendali konten daring ke ujung jari setiap orang, dan mendistribusikan pesan yang rentan bias dan terdistorsi sedemikian rupa. Komunikasi tentu saja adalah pilar esensial dalam konteks kemanusiaan sebagai bagian dari hak asasi manusia, mengingat perannya sebagai pemungkin adanya kebebasan berekspresi dan beropini dalam ekosistem demokrasi. Namun tentu saja, kebebasan ini bukanlah kebebasan yang mutlak, karena dapat dibatasi dalam rangka melindungi hak orang lain dan/atau merespon atas ancaman ketertiban atau keamanan umum/publik. Maka, selain pembatasan tersebut perlu dirumuskan dan dilakukan secara konstitusional, tentu saja perlu ada tata kelola yang transparan dan akuntabel. Presentasi ini akan fokus pada tawaran gagasan untuk mewujudkan tata kelola tersebut dengan pendekatan pemangku kepentingan majemuk (multi-stakeholder).
 

Donny B.U. Donny B.U. | © Donny B.U. ko-pendiri ICT Watch, sebuah organisasi masyarakat sipil Indonesia yang hendak menciptakan landasan bagi penggunaan internet secara aman dan bertanggung jawab melalui prakarsa kampanye nasional “Internet Sehat”. Pada tahun 2012, ia dianugerahi Ashoka Fellowship karena fokusnya pada kebebasan berekspresi online, aktivisme siber, dan jurnalisme warga. Di samping keterlibatannya dalam ICT Watch, Donny merupakan salah satu pendiri Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFENet) dan Indonesia Internet Governance Forum (Forum Tata Kelola Internet Indonesia). Dewasa ini ia bekerja sebagai staf ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo) untuk literasi digital dan tata kelola internet. Dari waktu ke waktu, ia masih mengajar di sejumlah universitas terkemuka di Indonesia. 

Bertahun-tahun lalu, Donny sempat mengunjungi berbagai tempat di Indonesia untuk berbagi ide dan pengalaman dengan banyak aktivis informasi, komunitas, dan masyarakat umum mengenai literasi digital dan privasi daring. 
 

Pelatihan

Merah - Kuning - Hijau: Panduan Praktis untuk Keamanan Perangkat Bergerak dan Perlindungan Data 

Penyampaian pengetahuan dasar mengenai perlindungan privasi di internet.
Aplikasi dan platform yang kita gunakan di internet sering kali mengumpulkan jauh lebih banyak data dari yang kita duga ketika kita melihat layanan yang ditawarkan. Komunikasi melalui email tergolong dalam metode komunikasi yang paling tidak aman akibat tidak adanya enkripsi ujung-ke-ujung. Di internet juga ada cukup banyak orang beriktikad tidak baik, yang memanfaatkan kelemahan pada setelan perlindungan data kita atau pada kebiasaan jelajah kita.

Bagaimana kita bisa melindungi diri dari hal tersebut? Setelan bagaimana yang berdampak terhadap visibilitas data kita di internet?
Lokakarya ini memberikan pengantar langkah-demi-langkah mengenai setelan privasi dan keamanan pada gawai, dengan struktur sebagai berikut:
Merah: Mekanisme kata sandi, antivirus/anti-malware, dan verifikasi dua langkah.
Kuning: VPN, setelan privasi aplikasi bergerak, perangkat enkripsi.
Hijau: Penganonim, obrolan (video) aman, dan firewall pribadi.

Top