Akses cepat:
Langsung ke konten (Alt 1)Langsung ke menu sekunder (Alt 3)Langsung ke menu utama (Alt 2)
Alur Bunyi© Goethe-Institut Indonesien

2019
Alur Bunyi

Sebagai bagian dari rangkaian acara Alur Bunyi, Goethe-Institut mempresentasikan posisi kontemporer musik eksperimental (bukan hanya) elektronis dari Indonesia dan Jerman. Alur Bunyi edisi tahun ini dikurasi oleh Harsya Wahono.

Acara

Kurator

Sebagai hasil dari keterampilan intuisi, improvisasi dan penjembatanan tradisi dengan pendekatan nonkonvensional, karya-karya seni suara kontemporer yang terdengar dari Indonesia saat ini memiliki ciri khas tunggal terlepas dari tantangan dan keterbatasan yang berkisar di sekitarnya.

Dalam dua tahun terakhir, seri konser Alur Bunyi telah mengangkat praktik-praktik seni suara yang berada di luar perangkap kategorisasi. Sebagai reaksi terhadap pertukaran budaya yang menderas dan leburnya batasan geografi, para pelaku seni suara bergerak di antara dualisme yang ada di dalam kebebasan akses dan konsekuensi dari digitalisasi alam sadar kita. Keadaan zaman yang serba bergoyah ini memotivasi para pelaku untuk mengadaptasi sumber-sumber dan metode-metode yang bersifat acak untuk menghasilkan bentuk-bentuk ekspresi baru.

Sebagai hasil dari keterampilan intuisi, improvisasi dan penjembatanan tradisi dengan pendekatan nonkonvensional, karya-karya seni suara kontemporer yang terdengar dari Indonesia saat ini memiliki ciri khas tunggal terlepas dari tantangan dan keterbatasan yang berkisar di sekitarnya. Munculnya algoritma biner sebagai representasi dan penggolongan telah ditanggapi oleh keresahan mengenai identitas, nilai-nilai spiritual dan isu “keaslian” di dalam cara pelaku seni di Indonesia berinteraksi dengan medium suara itu sendiri. Konteks dan maknanya pun berubah dari waktu ke waktu, namun akar ritualistik dan kebersamaan di baliknya akan tetap kuat. Di dalam dinamika masyarakat, seni suara—baik dimengerti sebagai musik atau tidak—akan terus menjadi produk dari alihan polaritas. Kesadaran akan hal-hal ini menjadi motif penting di balik para pelaku seni suara yang akan menyajikan sudut pandangnya tahun ini.

Eksperimentasi dengan hibriditas adalah gagasan utama seri konser Alur Bunyi 2019. Para pelaku yang latar belakangnya beragam akan berkolaborasi untuk menjelajahi perpaduan di dalam unsur-unsur kolektivitas budaya dengan memanipulasi alat-alat teknologi sesuai dengan praktik dan pengalaman mereka masing-masing—mencari sebuah keseimbangan ataupun ketidakseimbangan antara tradisi, naluri primitif dan proses komputasi modern dalam presentasi audiovisual.
Der Kurator der Alur Bunyi Konzertreihe 2019 ist Harsya Wahono. Der Musikproduzent und Performer hat am Berklee College Of Music in Boston, USA den Studiengang Contemporary Writing And Production („Zeitgenössisches Komposition und Produktion”) absolviert. Aus seinen Arbeiten der vergangenen Jahre ist das Sound- und Bildkunst-Label DIVISI62 entstanden, das er 2016 in Jakarta gegründet hat. Wahono hat bereits zahlreiche Veröffentlichungen in digitaler Form sowie auf Tonträgern auf diesem und anderen internationalen Labels (z.B. bei DISK in Berlin) auf den Markt gebracht, sowohl unter seinem eigenen Namen als auch in Zusammenarbeit mit seinen anderen Projekten Uwalmassa, Zatua und Marsesura.

Im November 2017 ist er mit Uwalmassa im Rahmen des Europalia Festivals in diversen europäischen Städten aufgetreten. Im Mai 2018 haben Wahono und sein Team von DIVISI62 ihre erste Multimedia-Kunstausstellung im Ruci Art Space in Jakarta organisiert, im November 2018 waren sie mit einer Klanginstallation beim Instrumenta Festival vertreten. Als „Hauptjob“ leitet Harsya Wahono das Studio Oposisi, ein Studio für Audioproduktionen, Werbung und Medien und Motion-Design, das von zahlreichen Künstlern und Musikern genutzt wird.  
 

Profil Artis


Video - Selayang Pandang 2018

Alur Bunyi © Goethe-Institut Indonesien

Alur Bunyi 2018


Live Streaming

Live Streaming - Monohero © Goethe-Institut Indonesien

Monohero

Live Streaming - Gerald Situmorang © Goethe-Institut Indonesien

Gerald Situmorang


Alur Bunyi di Instagram

Detail

Elizabeth Soegiharto
elizabeth.soegiharto@goethe.de