Akses cepat:

Langsung ke konten (Alt 1)Langsung ke menu sekunder (Alt 3)Langsung ke menu utama (Alt 2)
Alur Bunyi© Groupe Dejour

2021
Alur Bunyi

Serial program Alur Bunyi kembali hadir di tahun 2021 dengan suatu eksperimen baru bersama musisi, kolaborator, dan komposer jazz ternama Azfansadra Karim (Adra Karim) yang akan menjadi kurator serial di program Alur Bunyi tahun ini.
 


Kurator

Musik jazz, kontemporer, dan elektronik adalah 3 instrumen utama yang menjadi lambar kolaborasi musik yang akan kami coba kembangkan dan presentasikan dalam serial Alur Bunyi tahun ini. Tentu saja, program Alur Bunyi ini akan memberikan ruang eksplorasi kepada para musisi dan seniman untuk lebih leluasa mengembangkan karya-karya musik mereka. Tanpa adanya keterbatasan ruang lingkup, para musisi dan seniman diharapkan bisa melahirkan bentuk-bentuk ekspresi baru.
 
Alur Bunyi edisi 2021 akan tetap bereksperimen dengan hibriditas budaya sebagai gagasan utama. Kami akan tetap menciptakan rangkaian penampilan karya musik dengan konsep Alur Bunyi yang sejak tahun 2017 menjadi serambi bagi para musisi dan seniman yang memiliki latar belakang beragam, bereksperimen dengan berbagai macam bunyi dan nada yang diciptakan mereka dalam rangkaian komposisi dan karya musik.

Sejak 2017 seri konser Alur Bunyi telah mengangkat praktik-praktik seni suara yang berada di luar perangkap kategorisasi. Sebagai reaksi terhadap pertukaran budaya yang menderas dan leburnya batasan geografi, para pelaku seni suara bergerak di antara dualisme yang ada di dalam kebebasan akses dan konsekuensi dari digitalisasi alam sadar kita. Keadaan zaman yang serba bergoyah ini memotivasi para pelaku untuk mengadaptasi sumber-sumber dan metode-metode yang bersifat acak untuk menghasilkan bentuk-bentuk ekspresi baru.

Sebagai hasil dari keterampilan intuisi, improvisasi dan penjembatanan tradisi dengan pendekatan nonkonvensional, karya-karya seni suara kontemporer yang terdengar dari Indonesia saat ini memiliki ciri khas tunggal terlepas dari tantangan dan keterbatasan yang berkisar di sekitarnya. Munculnya algoritma biner sebagai representasi dan penggolongan telah ditanggapi oleh keresahan mengenai identitas, nilai-nilai spiritual dan isu “keaslian” di dalam cara pelaku seni di Indonesia berinteraksi dengan medium suara itu sendiri. Konteks dan maknanya pun berubah dari waktu ke waktu, namun akar ritualistik dan kebersamaan di baliknya akan tetap kuat. Di dalam dinamika masyarakat, seni suara—baik dimengerti sebagai musik atau tidak—akan terus menjadi produk dari alihan polaritas. Kesadaran akan hal-hal ini menjadi motif penting di balik para pelaku seni suara yang akan menyajikan sudut pandangnya tahun ini.

Konser Alur Bunyi edisi 2020 akan tetap bereksperimen dengan hibriditas sebagai gagasan utama. Kami akan membangun diatas konsep yang dimulai tahun 2019. Para pelaku yang latar belakangnya beragam akan berkolaborasi untuk masing-masing mencari sebuah keseimbangan ataupun ketidakseimbangan antara tradisi, naluri primitif dan proses komputasi modern dalam presentasi audiovisual.

Profil Artis


Live Streaming

Ata Ratu © Goethe-Institut Indonesien

Ata Ratu

Live Streaming - Monohero © Goethe-Institut Indonesien

Monohero

Live Streaming - Gerald Situmorang © Goethe-Institut Indonesien

Gerald Situmorang


Alur Bunyi di Instagram

Detail

Elizabeth Soegiharto
elizabeth.soegiharto@goethe.de


 

Top